Thursday, January 8, 2009

Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini

Fenomena bulan baru dan bulan purnama berpotensi dijadikan alternatif lain sistem peringatan dini menjelang kejadian bencana alam gempa bumi. Fenomena bulan baru dan purnama dikatakan berpotensi menyebabkan pelepasan energi di lempeng bumi.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin, Selasa (6/1), terkait alternatif astronomi dalam sistem peringatan dini gempa bumi.

Menurut Thomas, hal itu disebabkan perbedaan dua arah gaya bumi, menuju dan menjauhi bulan atau matahari. Hal itu dikatakannya rentan mengganggu atau melepaskan energi dalam struktur lempeng bumi, khususnya di daerah perbatasan waktu pagi dan magrib.

"Dengan adanya kejadian ini, sangat mungkin lempengan yang sudah rawan lantas bergerak," katanya.

Bulan purnama, dikatakan Thomas, terjadi ketika bumi berada di antara bulan dan matahari. Untuk Januari 2009, bulan purnama pada tanggal 11 Januari. Sementara itu, bulan baru ketika bulan berada di antara matahari dan bumi dan terjadi tanggal 26 Januari 2009.

Thomas memberikan beberapa contoh gempa bumi yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir. Beberapa di antaranya bahkan berkekuatan tinggi dan memakan banyak korban jiwa.

Di antaranya, gempa Alor pada 12 November 2004 terjadi menjelang bulan baru, 28 Ramadhan 1425 dan gempa Nabire pada 26 November 2004 terjadi menjelang purnama, 13 Syawal 1425.

Selain itu, gempa Aceh pada 26 Desember 2004 terjadi saat purnama, 14 Dzulqaidah 1425; gempa Simeulue pada 26 Februari 2005 terjadi setelah purnama, 16 Muharram 1426; dan gempa Nias pada 28 Maret 2005 terjadi setelah purnama, 17 Safar 1426. Gempa Mentawai pada 10 April 2005 terjadi pada bulan baru, 1 Rabiul Awal 1426, dan gempa Yogya pada 27 Mei 2006, terjadi menjelang bulan baru, 29 Rabiuts Tsaniah 1427, juga termasuk di dalamnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar para ahli dan pakar gempa bumi bisa menimbang hal ini sebagai salah satu sumbangan peringatan dini gempa bumi. Diharapkan, dalam bulan baru dan purnama, kewaspadaan bisa ditingkatkan. Tujuannya, agar kejadian gempa bumi tidak menimbulkan korban.

Bagi masyarakat, hal ini bisa dijadikan pegangan. Bagi mereka yang hidup di daerah rawan bencana gempa bumi, hal ini merupakan sumbangan peringatan dini lainnya. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mandiri mempersiapkan sebelumnya atau menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi.

Sumber; kompas.com 09/01/09

Thursday, December 25, 2008

EFEK PSIKOLOGIS WARNA

Warna-warni memiliki efek psikologis. Efeknya berpengaruh terhadap pikiran, emosi, tubuh, dan keseimbangan. Aplikasi warna pada sebuah ruangan dapat menghasilkan kesan perasaan yang semakin luas atau justru kebalikannya

Berikut ini sifat-sifat psikologis beberapa warna:

Merah - Berani, penuh semangat, agresif, memicu emosi, dan menarik perhatian. Secara positif, warna merah mengandung arti cinta, gairah, berani, kuat, agresif, merdeka, kebebasan, dan hangat. Negatifnya adalah punya arti bahaya, perang, darah, anarki, dan tekanan

Kuning - Menciptakan perasaan optimis, percaya diri, pengakuan diri, akrab, dan lebih kreatif. Kuning juga dapat merugikan kita karena menyampaikan pesan perasaan ketakutan, kerapuhan secara emosi, depresi, kegelisahan, dan keputusasaan. Pilihan warna kuning yang tepat dan penggunaan yang sesuai akan mengangkat semangat kita dan lebih percaya diri.

Hijau - berarti kesehatan, keseimbangan, rileks, dan kemudaan. Unsur negatif warna ini di antaranya memberi kesan pencemburu, licik, terasa jenuh, serta dapat melemahkan pikiran dan fisik. Di dalam sejarah China, warna hijau adalah warna perempuan. Lain dengan budaya muslim, yang menganggap warna hijau adalah warna yang suci. Warna untuk perdamaian juga hijau.

Biru - Melambangkan intelektualitas, kepercayaan, ketenangan, keadilan, pengabdian, seorang pemikir, konsistensi, dan dingin. Selain itu, dapat memicu rasa depresi dan ragu-ragu. Biru gelap akan membantu berpikir tajam, tampil jernih, dan ringan. Biru muda akan menenangkan dan menolong berkonsentrasi dengan tenang. Terlampau banyak biru akan menimbulkan rasa terlalu dingin, tidak akrab, dan tak punya emosi atau ambisi.
Ungu - Memberi efek spiritual, kemewahan, keaslian, dan kebenaran. Ungu mampu menunjang kegiatan bermeditasi dan berkontemplasi. Kemerosotan dan mutu yang jelek adalah sifat-sifat negatif warna ini.

Putih - Warna murni, suci, steril, bersih, sempurna, jujur, sederhana, baik, dan netral. Warna putih melambangkan malaikat dan tim medis. Warna ini juga bisa berarti kematian karena berkonotasi kehampaan, hantu, dan kain kafan.

Abu-abu - Bijaksana, dewasa, tidak egois, tenang, dan seimbang. Warna abu-abu juga mengandung arti lamban, kuno, lemah, kehabisan energi, dan kotor. Karena warnanya tergolong netral atau seimbang, warna ini banyak dipakai untuk warna alat-alat elektronik, kendaraan, perangkat dapur, dan rumah.

Hitam - Berkesan elit, elegan, memesona, kuat, agung, teguh, dan rendah hati. Kesan negatifnya adalah hampa, sedih, ancaman, penindasan, putus asa, dosa, kematian, atau bisa juga penyakit. Tak seperti putih yang memantulkan warna, hitam menyerap segala warna. Dengan hitam, segala energi yang datang akan diserap. Walau mampu memesona dan berkarakter kuat, tapi banyak orang yang takut akan "gelap". Warna hitam berkonotasi gelap.


 

Monday, December 22, 2008

RAHASIA PARA GURU (part 3)

dah baca part 1 & 2, ngerti khan gimana nilai bisa berubah 180 derajat.
Selesaikah tugas guru kalo nilai anak2 dah pada dibagusin?
jawabannya belooooooooooooooooooooooooom

Guru masih harus ngolah nilai itu sebelum masuk ke lembar rekapitulasi lembar nilai dari semua anak2.

Setelah semua guru nyerahin nilai ke wali kelas, maka para guru akan bersidang (alias rapat pleno), disini nasib setiap anak ditentuin, apakah nilainya masih perlu ditambahin lagi, yang ini tugas wali kelas lagi kalo ngerasa nilai anaknya masih kurang, dia akan melobby guru lagi di forum ini. kadang-kadang berhasil kadang-kadang tidak, ini tergantung beberapa faktor:
1. Nilai harian anaknya seperti apa(UH, PR, Kuiz, tugas, lengkap gak, bagus gak, kadang-kadang guru mentok disini kalo bantuin, makanya jangan hanya ngandalin satu remedial atau tugas tambahan, nilai harian juga harus lengkap dan gak jelek2 amat)
2. lagi lagi kepribadian anak tsb (baca ciri-ciri anak baik) biasanya walau anak itu tak berkepribadian baik masih harus ditolong tapi biasanya wali kelas dicecar supaya anak itu harus memperbaiki sikap kalo gak semester berikutnya jangan harap bantuan lagi dari guru

Selesai pleno baru dah ditulis di raport, bayangin setiap raport harus ditulis tangan kalo muridnya ada 10 gak terlalu capek tapi kalo 25-30 anak, bisa kriting tangan, gak jarang wali kelas sampe begadang 3 hari-3 malam ngerjain tuh raport (pengalaman), makanya jangan komentar tulisan guru jelek di raport, coba aja nulis sebanyak itu.

Selesai raport selesai tugasnya?? Lagi22 Beloooom

Wali kelas akan berhadapan dengan sang orang tua, ada 3 type orang tua
1. orang tua yang sangat peduli terhadap nilai anaknya, biasanya kalo anaknya pinter wali kelas gak susah jelasinnya
2. orang tua yang gak terlalu peduli dengan niali utama(mat, fis, english, B. indo) baginya yang penting anaknya baik-baik saja tanpa kasus di sekolah, wali kelas akan mudah jelasin kalo anaknya emang baik kalo ga (baca aturan bwt wali kelas)
3. Orang tua yang hopeless dengan nilai anaknya, ortu ini biasanya dah ngerti kemampuan anaknya, tapi wali kelas justru paling berat disini (ntar dijelasin)

Aturan bwat wali kelas
1. wali kelas akan berusaha jelasin nilai kamu dengan sebaik-baiknya walaupun sebenarnya nilai kamu gak segitu
2.wali kelas akan berusaha agar kamu gak dapat omelan dari ortu, walaupun gak sering berhasil juga.
kalo raport dah di tangan ortu maka selesailah tugas guru untuk satu semester.

Ada cerita pengalaman, waktu itu anaknya paling tak pandai di kelas, bukannya gak bisa tapi yang pasti punya hambatan belajar gitu. Nah ortunya dah pasraah banget gitu ama nilai anaknya, tapi si wali kelas bilang, suatu saat anak itu akan mengalahkan anak-anak yang paling pinter disekolah, ortunya awalnya gak percaya gitu tapi pas dah 2,5 tahun hal itu jadi kenyataan. Anak yang paling oon nilainya bisa ngalahin nilai anak rangking 1 tapi waktu wali kelas ngomong gitu dia punya syarat:
1. jangan pernah ragukan kemampuan anak ibu
2. jangan pernah katakan bodoh ke anak itu
3. selalu katakan dia pasti mampu mengerjakan
4. bersabar atas perubahannya
5. kepada anak itu wali kelasnya ngomong, dia harus berusaha dua kali lipet dari yang lain.
Hampir setiap hari kali si wali kelas ngingetin tuh anak untuk selalu berusaha, sambil mengancam yang lain jangan pernah ngatain bodoh ke anak itu di depannya

wali kelas itu lalu memanggil ortu anak itu pas kenaikan kelas IX, sebenarnya dia secara syarat nilai gak naik, tapi melihat perkembangannya yang cukup pesat, dia akhirnya dinaikkan.
Kenyataannya dia memang mengalahkan beberapa kali nilai UH anak yang pinter. sang ibu anak itu nangis di depan wali kelasnya.

Masalah kemampuan adalah masalah kepercayaan diri yang dilanjutkan dengan usaha yang gigih ditambah ketabahan hati yang luar biasa. Kalo kamu gak pernah bisa ngalahin anak yang paling pinter di kelasmu mungkin salah satunya gak ada (percaya diri, usaha yang gigih, ketabahan). Percayalah kata-kata si wali kelas itu OK.

RAHASIA PARA GURU SELESAI DULU YAK (ntar kebanyakan dibuka jadi gak rahasia lagi)

Friday, December 19, 2008

RAHASIA PARA GURU (part 2)

Dah baca part 1 nya blom, klo blom baca dulu ya!
Nah dah ngerti gimana cara guru naikkan nilai siswanya khan.

Tapi ada masalah yang sangat susaah dipecahkan oleh guru
masalahnya adalah (menurut si penulis ini) guru tidak boleh menaikkan nilai siswa begitu aja. Yang namanya guru dia harus mendidik siswa dengan penuh tanggung jawab. Dengan kata lain siswanya harus diajar bertanggung jawab. Untuk merubah nilai itu selain siswanya punya nilai kebaikan (baca versi siswa baik) siswanya harus berusaha juga menaikkan nilai. Yang dinilai oleh guru dalam tugas tambahan:
1. Hasil tugasnya sesuai gak dengan yang diharapkan guru itu (makanya kalo dikasih tugas pastikan minta dikasih tahu dengan jelas harapan guru tersebut tentang bagaimana kita mengerjakan tugas itu, jangan sampe ada kejadian setahun yang lalu dimana dah dikasih tugas eh merasa tahu dikerjakan sesuka dia akibatnya guru itu kasih tugas lagi ke siswa itu kalo gak salah tugas english, padahal dua hari lagi terima raport kenaikan kelas)
2. Kalo no 1 kurang sesuai dengan harapan guru itu maka yang dinilai adalah nilai usaha siswa itu (untuk nilai ini maka akan dikasih nilai yang minimal sekali, karena setiap tugas guru punya standar sendiri, khan akan jadi masalah kalo nilai yang harus dinaikkan kecil)

kadang timbul persepsi yang salah dari siswa tentang remedial dan tugas tambahan dari guru
1. Siswa menganggap dengan adanya remed or tugas nilainya akan dinaikkan begitu saja sehingga akan lulus skbm
2. Dengan nilai dinaikkan maka selesai semuanya masalah

Persepsi tersebut salah besar, alasannya
1. Guru akan menaikkan nilai siswa tersebut pada nilai remed apa, misal remed uts maka yang dinaikkan ya nilai uts nya saja itupun tidak boleh lebih dari nilai skbm walaupun nilainya dapet 100 kenapa karena tidak adil dengan yang dah dapet nilai bagus tanpa remed
2. Nilai yang sudah dinaikkan tersebut harus diolah lagi dalam pengolahan nilai, jadi kalo nilai hariannya jelek( Ulangan harian, Quiz, Pr tugas) ya nilai raportnya paling nambah dikit aja
3. Pada dasarnya nilai bantuan tersebut adalah hutang siswa dan guru, Lho kok, iya aslinya khan nilainya gak segitu hasil ujiannya dibawah itu jadi siswa berhutang dengan belajar yang rajin supaya besoknya gak remed lagi, guru berhutang sama siswa suspaya kamu pada ngerti pelajarannya sehingga gak perlu ada remed lagi

Postingnya nanti dilanjutin lagi ya..part 3